Category: Breaking News


Saya sering memperoleh peringatan dan pencerahan hidup dari orangorang yang dianggap orang kecil, bawahan, dan awam meskipun bagi saya semua orang sama derajatnya.

Salah satunya dari tukang urut yang kadang saya panggil ke rumah setelah capai bermain golf. Namanya Mas Sabarno.Tipikal seorang Jawa,asli Solo,yang selalu mendambakan hidup tenang, damai, meski tidak kaya-raya.”Sekarang ini banyak orang mengejar kesenangan hidup, tetapi tidak tenang,”katanya.Mengejar kesenangan sesaat, tetapi ujungnya masuk tahanan. Ada tipe orang yang memang selalu ingin hidup damai, harmonis, bebas dari konflik.

Namun ada pula orang yang memandang konflik dan persaingan itu bagian dari hidup yang mengasyikkan.Tak ada kemajuan dan prestasi luar biasa tanpa sebuah risiko yang sangat menggelisahkan.Mereka yang berhasil meraih prestasi di atas rata-rata,perjuangan hidupnya juga di atas rata-rata.Yang kadang terjadi, orang kagum dan iri melihat orang lain sukses,tetapi tidak mau tahu dan meniru kerjakerasuntukmeraihkesuksesan itu.

Para atlet kelas dunia yang sekarang kaya-raya, mereka telah mengorbankan waktunya untuk bersenang-senang. Mereka mengisi waktu dengan latihan keras dan disiplin tinggi.Tapi kita hanya melihat sukses dan senangnya, tidak mau tahu perjuangan mereka sehingga sampai ke sana. MasSabarnomungkinmewakili budaya agraris, mental petani desa yang akrab dan damai dengan lingkungan alamnya.

Dia terkesan dengan Pak Harto yang selalu tersenyum dan bersikap kebapakan ketika berdialog dengan petani desa.”Hidup itu yang paling penting tenang dan aman.Bukan berlomba-lomba mengejar kekayaan,tidak peduli halal atau haram,”tandasnya. Untuk apa pangkat tinggi, hartamelimpahkalauyangdikejar-kejar harta haram dan mengorbankan harga diri? Mimpi indah warga desa tentang kehidupan yang tenteram, aman, dan damai tampaknya semakin jauh.

Dulu pasar-pasar tradisional di kota kecil menjadi sarana berkenalan dan bersosialisasi para pengunjung dari desa yang berbeda sambil membawa dagangan hasil panennya. Orang pergi ke pasar sambil menambah kenalan.Tapi semua itu sekarang sudah berubah total. Gaya hidup dan ekonomi kota yang justru masuk ke desa. Mainan tradisional anak-anak hasil kerajinan tangan sudah tergeser oleh mainan impor.

Masuknya televisi dan telepon seluler ke desa membawa perubahan drastis dalam pola pikir dan pola hidup warga desa. Sawah kehilangan daya tarik dan keindahannya. Serial sinetron dan gemerlap iklan di televisi telah mengubah mimpi dan imajinasi orang-orang desa untuk bisa hijrah tinggal di kota atau setidaknya berperilaku seperti orang kota yang serbaglamor.Mereka tidak tahu,di kota terdapat kantong kemiskinan dan jaringan kejahatan yang mengerikan.

Ketenangan hidup terasa semakin mahal.Pejalan kaki di kota yang sudah benar mengambil posisi pun bisa tertabrak mobil karena sopirnya ugalugalan atau tengah mabuk.Pelajar yang telah bekerja keras agar lulus ujian bias tersalip prestasi angkanya oleh mereka yang mencontek dan difasilitasi pengawasnya. Sarjana dengan IPK tinggi tidak ada jaminan lolos seleksi lamaran kerja kalau tidak memiliki koneksi dan uang sogok. Ketika sudah bekerja, promosi tidak selalu didasarkan prestasi,melainkan pertemanan etnik,agama, partai atau almamater. Demikianlah, secara lahiriah pusat-pusat perbelanjaan di kota besar selalu ramai.Jumlah kendaraan automotif selalu bertambah. Namun ketenangan hidup malah merosot.Orang tua dan pendidik di sekolah semakin berat bebannya karena mendapat imbas kehidupan sosial yang beringas. Belum lagi beredarnya narkoba dan pornografi yang tidak selalu terdeteksi oleh orang tua dan guruguru di sekolah.

Sungguh mencengangkan, Indonesia menjadi pasar terbesar kedua sabusabu didunia setelah Thailand. Adakah semua ini membuat kita pesimistis? Meminjam istilah yang sering digunakan Presiden SBY, kita semua sangat prihatin dengan keadaan ini. Tapi bagi rakyat tentu tidak cukup hanya dengan pernyataan prihatin.Mereka menuntut perbaikan nyata dan terukur. Perlu proyeksi, misalnya, antara angkatan kerja dan lowongan kerja. Perlu perencanaan matang antara jumlah kenaikan mobil dan pembangunan jalan.

Kita salut akhir-akhir ini pemerintah juga menaruh perhatian pada wilayah “terpinggir” atau “terdepan”yang terletak di perbatasan RI yang warganya tidak bangga dan percaya diri ketika bertemu dengan warga negara lain yang tinggal di seberang perbatasan. Namun sesungguhnya, sebelum jauh-jauh memperbaiki wilayah “perbatasan”,yang namanya bandara internasional juga sebuah zona perbatasan yang mesti memperoleh perhatian lebih serius.

Bandara Singapura dan pesawat SQ, misalnya, adalah wajah terdepan Negara dan masyarakat Singapura yang akan memberikan kesan pertama orang luar tentang negara itu. Mestinya Bandara Soekarno- Hatta didesain sedemikian rupa keindahan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanannya mengingat bandara adalah wajah terdepan Indonesia. 

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah

“Di suatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang GURU yg amat dihormati krn tegas & jujur. Suatu hari, 2 murid menghadap GURU. Mrk bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat ttg hasil hitungan 3×7.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta GURU sbg Jurinya untuk mengetahui siapa yg benar diantara mereka. Si bodoh : “Jk sy benar 3×7 =27 maka kamu hrs mau dicambuk 10 X oleh GURU , ttp jk kamu benar 3×7 =21, sy mau penggal kepala sy sendiri.

Katakan GURU mana yg benar ?” tanya murid bodoh. Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjawab 21). Si murid pandai protes . Sang GURU menjawab, “Hukuman ini BUKAN untuk hasil hitunganmu, tp utk KETIDAK ARIFAN-mu yg mau2nya berdebat dgn orang bodoh yg tdk tahu bhw 3×7 adalah 21!!” Guru melanjutkan : “Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada GURU harus melihat 1 nyawa terbuang sia sia !”" WalLahu a’lam.

KH Salahuddin Wahid, Pengasuh PP. Tebuireng Jombang Jawa Timur

Puasa Sunnah 2012

Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan
kepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya.
Berikut adalah jadual ‘Puasa Sunnah’ sesuai penanggalan Masehi tahun 2012.
Semoga manfaat.
[lm]
———————————————————-
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan – ‘shaumul biidh’ -
Yakni pada tanggal 13,14 dan 15 – penanggalan Islam – (saat bulan purnama).

- 7, 8, 9 Januari 2012/ 13, 14, 15 Shafar 1433 H
- 6, 7, 8 Februari 2012/ 13, 14, 15 Rabi’ul Awwal 1433 H
- 6, 7, 8 Maret 2012/ 13, 14, 15 Rabi’ul Akhir 1433 H

- 5, 6, 7 April 2012/ 13, 14, 15 Jumadil Awwal 1433 H
- 5, 6, 7 Mei 2012/ 13, 14, 15 Jumadil Akhir 1433 H
- 3, 4, 5 Juni 2012/ 13, 14, 15 Rajab 1433 H
- 3, 4, 5 Juli 2012/ 13, 14, 15 Sya’ban 1433 H

(- Puasa Ramadhan 1433 H : 21 Juli 2012 – 18 Agustus 2012)

- 31 Agustus, 1, 2 September 2012/ 13, 14, 15 Syawwal 1433 H
- 29, 30 September, 1 Oktober 2012/ 13, 14, 15 Dzulqa’dah 1433 H

- 30, 31 Oktober 2012/ 14, 15 Dzulhijjah 1433 H
( 29 Oktober 2012 bertepatan dengan hari tasyriq – 13 Dzulhijjah 1433 H
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa )

- 27, 28, 29 November 2012/ 13, 14, 15 Muharram 1434 H
- 27, 28, 29 Desember 2012/ 13, 14, 15 Shafar 1434 H

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 17 Oktober 2012 – 14 November 2012/ Dzulhijjah 1433 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 25 Oktober 2012/ 9 Dzulhijjah 1433 H.

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah/ 26 Oktober 2012
Hari tasyriq – 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 27, 28, 29 Oktober 2012/ Dzulhijjah 1433 H

4. Puasa bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 (tiga) hari – tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu’a dan ‘Asyura )
Yakni : 23, 24, 25 November 2012/ 9, 10, 11 Muharram 1434 H.

5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban.
Antara 21 Juni – 20 Juli 2012

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 20 Agustus – 16 September 2012.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal (19 Agustus 2012).

7. Puasa Daud – berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari
(lm)

Ringkasan – Referensi :
Penanggalan Tahun 2012 – Penerbit Gema Insani.
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.
———————————————————-
l.meilany
151211/19 Muharram 1433 H

Selasa, 09/08/2011 01:25 WIB
Mahfud MD Ibaratkan HMI & GMNI Seperti Sepasang Sepatu
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengibaratkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) seperti sepasang sepatu. Tanpa salah satu organisasi kemahasiswaan itu, bangsa ini tidak bisa berjalan. “HMI dan GMNI itu seperti sepasang sepatu. Kiri dan kanan. Indonesia tidak berjalan tanpa ada salah satunya,” kata Mahfud disambut tawa para anggota Persatuan Alumni GMNI dan Korps Alumni HMI. Persitiwa itu terjadi saat sesi jumpa pers usai buka puasa bersama PA GMNI dan KAHMI di rumah dinas Ketua MPR, Jl Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2011). Hadir antara lain tokoh dari dua organisasi kemahasiswaan terbesar itu, Taufiq Kiemas, Akbar Tandjung, Siswono Yudo Husodo, Soekarwo, Viva Yoga Mauladi dan Jafar Hafsah.
Mahfud menilai, peran dua organisasi yang banyak melahirkan pemimpin nasional, itu sangat penting bagi perjalanan bangsa ke depan. Sampai-sampai, alumnus HMI dari Universitas Islam Indonesia, itu menganggap organisasi kemahasiswaan yang lain perannya kecil. “Yang lainnya itu seperti tali sepatu, organisasi yang yang kecil-kecil itu,” celetuk Mahfud dengan tawa hadirin yang makin menjadi-jadi. Karenanya, Mahfud berharap HMI dan GMNI ke depan semakin dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. “Demi masa depan Indonesia,” kata Mahfud yang sebelumnya enggan memberi pernyataan. Dia menambahkan, karena masyarakat Indonesia majemuk, maka setiap organisasi mahasiswa itu harus punya peran di Indonesia seperti pakaian manusia. Setiap organisasi mahasiswa harus menjadi satu jenis pakaian demokrasi di Indonesia.
“Ada yang harus berperan sederhana tapi penting misalnya jadi kaus kaki dan tali sepatu. PMII dan IMM bisa menjadi jas dan celana, PMKRI dan yang lain bisa berperan sebagai dasi atau kemeja. Semuanya berperan penting untuk eksistensi Indonesia yang demokratis, tak boleh ada yang dianggap tak penting posisinya saja yang beda,” paparnya. “Di atas semuanya, kaca mata yang dipakai harus berdimensi kanan dan kiri juga yaitu nasionalis dan religius. Indonesia adalah negara kebangsaan yang religius,” imbuhnya. (Irn/Mad).
Berawal dari berita di atas kemudian pengurus PB PMII banyak menerima sms sbb:
Ass.. pak ktum…ini qt dpt sms dr shbt2…ini mksd’y pa pak ktum…”Selain HMI-GMNI, yg lain cuma diibaratkan seperti tali sepatu atau yg kecil-kecil alias pelengkap..

http://m.detik.com/read/2011/08/09/012535/1699442/10/mahfud-md-ibaratkan-hmi-gmni-seperti-sepasang-sepatu?nh

Pengurus PB PMII mencoba klarifikasi pd Prof. Mahfud MD, namun tidak ada jawaban. Akhirnya mereka berkesimpulan bhw Prof. Mahfud MD harus meminta maaf secara terbuka di media massa atas statemennya yang dianggap tidak etis dan tidak bijak itu. PB PMII memutuskan untuk mengirimkan press rilis ke 10 media yang isinya sbb:
“PB PMII meminta Mahfud MD untuk mencabut ucapannya”
Safari politik, atau silaturrahmi politik, sah-sah saja, baik itu hanya untuk silaturrahmi biasa maupun dalam kontek menjelang pilpres 2014. Bagi tokoh-tokoh tertentu, safari ke berbagai kalangan tokoh, media, dan masyarakat sudah dimulai dari sekarang. Tetapi itu menjadi bagian yang sah, dan dibolehkan sepanjang memperhatikan rambu-rambu, kerangka etis, dan bersikap bijak. Saat ini kita membutuhkan sosok negarawan yang dengan keberanian dan ketegasannya mampu menjawab krisis nasional dan keprihatinan masyarakat.

kita memprotes keras, apa yang disampikan oleh pak Mahfud MD, dalam acara buka puasa bersama antara alumni GMNI dan alumni HMI, mengenai peran organisasi, bahwa “HMI-GMNI diibaratkan seperti sepasang sepatu, sementara yang lainnya itu seperti tali sepatu, organisasi yang kecil-kecil itu”. Dimuat detikNews, Selasa, 09/08/2011 01:25 WIB. Persitiwa itu terjadi saat sesi jumpa pers usai buka puasa bersama PA GMNI dan KAHMI di rumah dinas Ketua MPR, Jl Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2011).

Meskipun tidak secara spesifik menyebutkan nama organisasi langsung, tetapi pernyataan tersebut kurang etis dan bijak apalagi keluar dari mulut seorang ketua MK, mengingat masing-masing organisasi yang sudah lama berdiri punya peranan dan berkontribusi dalam mencetak pemimpin nasional dan mengawal republik ini. Sebagai mana kita ketahui bahwa organisasi kelompok cipayung sudah lama berdiri, dan banyak melahirkan pemimpin di republik ini.

Pak Mahfud MD selama ini cukup diterima banyak publik, tetapi jangan sampai mengkerdilkan institusi lain, dengan statemen ini pada akhirnya dapat dibaca ambisi pak Mahfud untuk kepentingan politik kedepan. Maka kita meminta pak Mahfud untuk mencabut ucapannya sekaligus meminta maaf, karena itu akan menimbulkan ketersinggungan banyak kelompok.

A.Jabidi Ritonga
Sekretaris Jenderal PB PMI

Atas hal tsb kemudian saya mencoba mnghubungi Prof Mahfud utk mengklarifikasi persoalan ini. Prof. Mahfud MD kemudian membalas klarifikasi saya sbb:
“Wah, yang sy katakan krn indonesia plural maka setiap organisasi mhs itu hrs punya peran di Indonesia yang plural. HMI dan GMNI bisa seperti sepatu kiri dan kanan, tak bisa dipakai hanya satu. Ada yang berperan sederhana tapi penting misalnya kaus kaki dan tali sepatu. PMII dan IMM bisa menjadi jas dan celana. PMKRI dan yg lain bisa berperan sbg dasi atau kemeja. Kaca mata yang dipakai harus berdimensi kanan kiri yaitu nasionalis dan religius. Semua harus memberi peran dan punya posisi sebab Indonesia ini majemuk. Semua penting. Tak mungkinlah sy mengecilkan organisasi lain. Sy sdh beritahu medianya, nanti akan penjelasan.
Sorry, Mas. Tadi HP trouble, baru bisa aktif dan membalas. Itu pernyataan hanya dikutip yg lucu2an saja, tak semua.
Ya, sy juga dpt beberapa SMS dari teman2 PMII. Sy jawab, enak mana jadi jas dan jadi sepatu? hahaha. Nanti media akan menulis lengkap (MMD)
Sy minta mereka agar segera membuka blog-nya Mas Shofiyullah saja dulu.”

Saya kemudian minta ijin pada beliau untuk memforward sms tsb ke tmn pengurus PB PMII (Addien, Waketum) disertai dg harapan sy untuk mensudahi persoalan ini. Berikut sms saya:
“Dg pnjelasan dr Prof Mahfud td sy harap miskomunikasi ini bs diakhiri krn bs jd media krg lngkap dn utuh mndengar dn memahaminya ato mmg sngaja dplintir. Kita jgn mudah terprovokasi olh informasi yg blm jls dn berakibat merugikan perjuangan kita sndr kdpn dlm mbenahi bngsa ini. Salam hormat. Shofiyullah Mz.
Alhamdulillah, rupanya Allah memberikan hidayah rahman dan rahimNya, persoalan ini menjadi pelajaran berharga dlm menapaki kehidupan ini ke dpn. Alquran berpesan pada ummatnya: “Yaa ayyuhal ladzina amanuu in jaa akum fasiqun binaba in fatabayyanuu antushibuu qauman bijahalatin fatushbihu ala ma fa’altum nadimiin [QS alHujurat (49) ayat 6] artinya: “wahai orang2 yang beriman jika datang kpdmu seorang fasik (integritas moralnya diragukan) membawa suatu berita maka hendaklah kaliyan tabayyun (klarifikasi, meneliti kejelasan dan kebenaran berita tsb jangan langsung mempercayainya) agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yg menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal!”
Klarifikasi (tabayyun) itu sangat penting untuk menghindari hal-hal merugikan org lain juga diri kita sendri yg kita lakukan atas dasar ketidak tahuan (tdk mau tabayyun). Proses tabayyun itu seyogyanya diikuti dg niat mencari kebaikan bersama shg selalu positive thinking. Spt kasus di atas, Prof. Mahfud tdk menjawab bukan krn tdk mau klarifikasi dan meremehkan tapi krn handphone nya yg sdh “udzur” shg tdk bisa langsung membalasnya. Disamping mgk juga kesibukan beliau yg luarbiasa sbg Ketua MK yg membawa beliau pd situasi2 yg menyita banyak energi dan konsentrasi krn harus fokus pd persoalan2 bangsa yg sdh mulai keropos moralitasnya ini.
Demikian, mohon maaf dan semoga bermanfaat, amin.

Pers Rilis Lomba Karya Tulis Ilmiah
Dalam Rangka PERINGATAN 1 ABAD KH ABDUL WAHID HASYIM

Di tengah berbagai problematika yang masih menghinggapi kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bangsa, muncul banyak pemikiran yang mengingatkan kita untuk menengok, mencermati, dan menelaah ulang pemikiran dan visi para founding fathers republik ini. Salah satu tokoh yang tercatat dengan tinta emas dalam perjalanan bangsa dan sangat kontributif dalam mengedepankan pemikiran kebangsaan adalah Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (AWH) (lahir di Jombang, Jawa Timur, Jum’at legi, 5 Rabi’ul Awal 1333 H./1 Juni 1914 M). Beliau adalah sosok ulama cendekia sekaligus patriot pejuang. Sebagai ilmuwan, pemikiran dan visi beliau terserak mulai dari ranah pendidikan dan pesantren hingga pemikiran politik tentang kebangsaan dan keindonesiaan. Beliau merupakan reformis dunia pendidikan pesantren dan pendidikan Islam Indonesia selain juga dikenal sebagai pendiri IAIN (Institus Agama Islam Negeri/ sekarang UIN). Beliau juga pejuang politik di era penjajahan Belanda, Jepang, menjadi salah seorang anggota BPUPKI dan perumus Pancasila, hingga menjadi Menteri Agama tiga kabinet (Kabinet Hatta, Kabinet Natsir dan Kabinet Sukiman).
Menurut Pengasuh PP. Tebuireng Jombang yg juga selaku Ketua Dewan Penasehat Panitia Peringatan 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), dalam rangka menggali pemikiran (untuk mengambil pelajaran, meneladani, dan melanjutkan pemikiran dan visi AWH) akan diadakan Peringatan 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim yang dipusatkan di tiga kota besar yaitu Jakarta, Semarang, dan Jombang melalui Keagamaan, Kajian Pemikiran dan Aktivitas Sosial. Salah satu bentuk kegiatan yang diadakan di bidang kajian pemikiran adalah LOMBA KARYA TULIS ILMIAH. Gus Sholah mengharap muncul perspektif- perspektif baru dari berbagai kalangan untuk menggali pemikiran KH AWH. Ini dimaksudkan agar pemikiran dan visi beliau terus menjadi mercusuar yang menuntun kita dalam meniti kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Salah seorang panitia pusat Dr. H. Noor Achmad, MA yang juga Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Lomba Karya Tulis Ilmiah ini diperuntukkan semua kalangan dengan dua kategori yaitu Pelajar dan Santri serta Mahasiswa dan Umum yang akan dinilai oleh para pakar di bidangnya masing- masing.

KETENTUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
Kategori Peserta: (1) Pelajar/ Santri dan (2) Umum
Ada lima bidang tema yang ditawarkan panitia, yaitu:
1. Pemikiran AWH di bidang Agama;
2. Pemikiran AWH di bidang Ekonomi;
3. Pemikiran AWH di bidang Politik dan Hukum;
4. Pemikiran AWH di bidang Sosial Budaya
5. Pemikiran AWH di bidang Pendidikan

Kejuaraan:
Pada masing-masing kategori dan bidang diambil 3 (tiga) orang pemenang dengan reward dalam bentuk Piagam Penghargaan dan Uang Tunai:
Juara I Rp. 5.000.000,-
Juara II Rp. 3.000.000,- dan
Juara III Rp. 2.000.000,-
Total hadiah Rp 100.000.000,- semua karya terpilih diterbitkan dalam bentuk buku Antologi
Waktu
a. Pengiriman Naskah 10 Januari- 26 Maret 2011
b. Pengumuman Pemenang 11 April 2011
c. Seminar Nasional dan Bedah Buku Hasil Lomba Karya Ilmiah Selasa 19 April 2011

Kriteria Naskah: maksimal 30.000 karakter dengan spasi 1,5 Font Times New Roman 12
Semua Naskah dalam bentuk hard copy dan soft copy (CD) sudah diterima panitia paling lambat Sabtu, 26 Maret 2011

Alamat Pengiriman Naskah :
Panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah Peringatan 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim
di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas)
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang 50236
Email : andhi_unwahas@yahoo.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ketika berbagai cobaan dan ujian silih berganti dialami umat Islam, Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk segera berhijrah ke Yatsrib. Perihal tempat untuk hijrah ini, Allah SWT telah memberitahukan Rasulullah.

Dalam buku berjudul Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings mengungkapkan, Nabi SAW sudah mengetahui bahwa Yastrib adalah lahan subur di antara dua jalur batu-batu hitam yang beliau lihat dalam mimpinya. Beliau juga tahu bahwa tibalah waktunya untuk hijrah.

Sementara itu, Dr Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran menuliskan, Imam Muslim mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Aku melihat dalam tidur bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu tempat yang banyak terdapat pohon kurma. Aku mencoba menebak apakah itu Yamamah atau Hajar? Namun, ternyata, itulah Kota Yatsrib.” (Shahih Muslim: 2272).

Rasul pun memerintahkan para sahabatnya untuk segera berhijrah, baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Adapun Rasul SAW, rencananya akan menyusul setelah semua umat Islam berhijrah ke Madinah. Sebab, Rasul mengetahui, yang dimusuhi oleh kaum kafir Quraisy adalah diri beliau, dan bukan kaum Muslimin.

Kaum Quraisy pun menyiapkan strategi untuk melakukan penangkapan terhadap Rasul SAW. Namun, rencana kaum Quraisy ini diketahui oleh Nabi SAW. Saat itu, Rasulullah sendiri memang masih tinggal di Makkah dan kaum Muslim sudah tidak ada lagi yang tinggal, kecuali sebagian kecil. Sambil menunggu perintah Allah SWT untuk berhijrah, Nabi SAW menemui Abu Bakar dan memberitahukannya untuk bersiap hijrah ke Madinah.

“Dan, katakanlah, Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.”(Al-Isra [17]: 80).

Di sinilah, sebagaimana dipaparkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya Hayatu Muhammad (Sejarah Hidup Muhammad), dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya demi kebenaran, keyakinan, dan keimanan.

Untuk mengelabui kaum Quraisy, Rasulullah memutuskan akan menempuh jalan lain (rute yang berbeda) dari jalur yang biasa digunakan penduduk Makkah untuk menuju Madinah. Rasulullah SAW memutuskan akan berangkat bukan pada waktu yang biasa.

Padahal, Abu Bakar sudah menyiapkan dua ekor unta sebagai kendaraan yang akan dipergunakan Nabi SAW pada saat berhijrah. Hijrah ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan dakwah dan akidah Islam serta kaum Muslimin.

Rute yang ditempuh Rasul itu adalah setelah keluar dari rumah beliau, jalan yang ditempuh adalah Gua Tsur, berjarak sekitar 6-7 kilometer di selatan Makkah. Sedangkan Madinah berada di sebelah utara Makkah. Langkah ini diambil untuk mengelabui kafir Quraisy. Di Gua Tsur ini, Rasulullah dan Abu Bakar tinggal selama kurang lebih tiga hari.

Selanjutnya, beliau mengambil jalur ke arah barat menuju Hudaibiyah, arah sebelah timur desa Sarat. Kemudian, menuju arah Madinah dan berhenti di sebuah kawasan di al-Jumum dekat wilayah Usfan. Lalu, bergerak ke arah barat dan memutar ke perkampungan Ummul Ma’bad dan berhenti di wilayah Al-Juhfah.

Selanjutnya, beliau menuju Thanniyat al-Murrah, Mulijah Laqaf, Muwijaj Hujaj, Bath Dzi Katsir, hingga tiba di Dzu Salam. Di sini, beliau memutar ke arah barat sebelum meneruskan ke arah Madinah dan berhenti di daerah Quba. Di sinilah beliau mendirikan Masjid Quba, yaitu Masjid pertama yang didirikan Rasul SAW.

Setelah dari Quba, atau sekitar satu kilometer dari Quba, beliau bersama umat Islam lainnya, melaksanakan shalat Jumat. Untuk memperingati peristiwa itu, dibangunlah masjid di lokasi ini dengan nama Masjid Jumat. Setelah itu, barulah Rasul SAW menuju Madinah.

Selingan sejenak…

Konon ada sepasang sahabat cina dan arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si cina jadi sinshe, dan si arab menjadi tabib.

Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.

Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat

Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib.

Si Sinshe: Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa

Si Tabib: Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Si Tabib: Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14.

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si Sinshe: Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam.

Si Tabib: Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi.

Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si Sinshe: Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe.

Si Tabib: Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali.

Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten.

Si Tabib: Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14.

Si Sinshe: Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa Owe tidak mau

Si Tabib: Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali.

Tinggal si sinshe pulang sambil menggerutu.

Diplomasi ala Bugis

Diplomasi Ala Bugis…
Jusuf Kalla

Sebelum saya menjabat sebagai WAPRES, karakter dan watak orang Bugis sangat jarang yang mengenalnya di belahan nusantara ini. Bahkan ada banyak pendapat yang keliru dan menyangka orang bugis adalah bangsa yang keras dan tidak pernah kenal kompromi. Ini jika melihat dari sejarah banyak yang menganggap bahwa orang bugis adalah bajak laut pada masa silam. Anggapan ini sungguh tidak berdasar dan keliru.

Orang bugis sebenarnya mempunyai ciri khas yang menarik. Dari sejarahnya kerajaan bugis didirikan bukan pada pusat-pusat ibu kota dan sangat jauh dari pengaruh India. Itulah sebabnya di Bugis tidak ada candi. Ini berbeda dengan kerajaan jawa yang membangun pusat kerajaannya pada ibu kota dan bersifat konsentris.

Namun demikian, orang bugis sudah terkenal memiliki kebudayaan, mereka memiliki tradisi lisan maupun tulisan. Bahkan orang bugis memiliki salah satu epos terbesar di dunia yang lebih panjang daripada epos Mahabarata yakni cerita tentang Lagaligo yang sampai saat ini sering dibaca dan disalin ulang dan menjadi budaya yang mengakar pada masyarakat bugis.

Bagi suku-suku lain, orang Bugis sering dianggap sebagai orang yang berkarakter keras dan sangat menjunjung tinggi kehormatan. Bila perlu demi kehormatan, orang bugis bersedia melakukan kekerasan. Namun dibalik sifat itu semua, sebenarnya orang bugis adalah orang yang sangat ramah, menghargai orang lain dan menjunjung tinggi kesetiakawanan, bahkan bersedia menjadi bumper demi kesetiakawanan. (itulah mungkin sebabnya mengapa Golkar pada masa pemerintahan SBY-JK sering menjadi Bumper karena ia dipimpin oleh seorang yang sangat berwatak bugis).

Meskipun sebagai bangsa perantau, orang bugis selalu membawa identitas bugisnya di mana mana. Beberapa orang-orang di Singapura dan Malaysia meskipun sudah menjadi warga Negara sana, dan mereka sudah bergaya hidup modern tapi mereka selalu mengaku sebagai orang Bugis meskipun sudah merupakan keturunan yang kesekian dan belum pernah menginjak tanah bugis.

Begitu juga dengan saya, selama terjun ke dunia politik saya tidak pernah melepas karakter bugis saya yang blak-blakan, dan sering dianggap kurang santun bagi mereka yang sangat menghargai etiket. Tapi itulah saya, saya sering mengatakan kepada teman-teman, jangan paksa saya jadi orang jawa. Menjadi orang bugis dan berkarakter keras kadang berguna juga. Waktu menyelesaikan kasus ambalat untuk pertama kalinya, saat itu saya menggunakan gaya diplomasi ala Bugis yang anda tidak dapatkan dalam literature strategi diplomasi. Waktu itu saya ke Malaysia bertemu dengan Perdana Menteri yaitu Najib. Saat itu ia ditemani oleh 5 Menteri dan saya juga ditemani oleh 5 Menteri plus Dubes kita. Saat pertemuan itu

saya bilang ke Najib “ Najib…Ambalat itu masalah sensitive, itu bisa membuat kita perang. Kalau kita perang, belum tentu siapa yang menang. Tapi satu hal yang mesti you ingat, di Malaysia ini ada 1 juta orang Indonesia, 1000 orang saja saya ajari Bom, dan mereka Bom ini gedung-gedung di Malaysia maka habislah kalian”

Saat itu pak Najib kaget, dia sadar sebagai sesama Bugis, ancaman saya bukan hanya gertakan belaka. Dia bilang ke saya “pak Jusuf, tidak bisa begitu”

Saya bilang ke dia “makanya mari kita berunding, terus terang saya kadang tidak suka sama you punya Negara, Buruh-buruh Ilegal dari Indonesia ditangkapi kayak binatang, sedangkan majikannya tidak ditangkap, padahal kalau ada buruh Ilegal maka tentu ada juga majikan illegal. Setiap ada Ilegal loging pasti orang Malaysia yang ambil, begitu ada kebakaran hutan mereka marah-marah, padahal hampir sepanjang tahun mereka menghirup udara segar yang dihasilkan oleh hutan-hutan di Indonesia, satu bulan saja ada kabut asap mereka marah marah. Dan juga setiap ada ledakan Bom di Indonesia selalu orang Malaysia dalangnya”

Waktu itu Pak Dubes langsung bisiki saya “Pak, Ini sepertinya sudah melewati batas diplomasi”

Saya langsung bilang ke dia “kau kan Dubes, yah sudah kau perbaikilah mana yang lewat”

Setelah itu, untuk menunjukkan ketidak sukaan saya kepada Malaysia saya menolak menginap di Kuala Lumpur, saya bilang saya mau menginap di kampong Bugis di Johor sana. Akhirnya pak Najib ikut juga saya ke sana. Di atas mobil, dalam perjalanan menuju Johor Pak Najib Bilang ke saya “ Kayaknya bapak terlalu keras tadi waktu berunding”
Saya cuman bilang ke dia “kamu kan juga orang Bugis, kenapa kau tidak keras juga tadi?” mendengar itu dia cuman ketawa saja.

Malamnya di Johor, kita makan malam dan nyanyi-nyanyi, mengundang Siti Nurhaliza, sampai jam 1 malam dan kita ngantuk. Keesokan paginya kita main golf, dan saat itu juga masalah Ambalat selesai. Dengan gaya Diplomasi ala Bugis, saya tidak perlu memakai bahan yang sudah disiapkan oleh DEPLU semua spontanitas saja. Dan sampai sekarang kalau ada tentara Malaysia datang lagi di Ambalat, saya tinggal telpon Najib “Hey Najib, jangan lagi kau kirim, you punya tentara ke Ambalat, kita bisa perang nanti”

Demikan juga waktu saya menyuruh EXXON supaya angkat kaki dari Blok Natuna. Waktu itu saya dikejar oleh orang-orang EXXON mereka mau melobi. Tapi saya selalu menolak ketemu dan menghindar. Saya ke Riyadh, mereka mau nyusul ke sana, saya ke Jedah mereka mau datang, tapi saya tolak karena saya mau ibadah dan sampai di belahan bumi manapun mereka kejar saya. Akhirnya waktu itu Di Makassar karena melihat kegigihan mereka, saya suruh mereka datang. Dan datanglah itu Chairman Exxon mereka 4 orang dan saya hanya ditemani oleh Sekretaris saya.

Saat pertemuan di Hotel Sahid Makassar, orang Exxon bilang ke saya, “Mr.Vice President, anda kalau membatalkan kontrak dengan EXXON, maka besok akan saya SUE”

Saya langsung pukul meja saya dan bilang ke dia “kalau kau berani SU, maka saya akan SUE kau 10 kali, Its my country, not your country, jangan kau datang ke sini mau ancam-ancam saya”.

Saat itu dia langsung minta maaf. Dan saat itu Blok Natuna kembali ke tangan kita pengelolaannya, meskipun pada akhirnya lepas lagi ke EXXON karena wewenang saya dicabut dan control tidak lagi berada di tangan saya.

Apa pun itu, untuk kehormatan bangsa, kita jangan mau didikte oleh bangsa lain, kalau mereka keras, maka kita balas lebih keras lagi. Jangan pernah takut kita akan dibuat susah dan macam-macam. Selama kita yakin Tuhan selalu bersama kita, maka bangsa lain tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap kita.

Nama :D rs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Isteri: Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943) Anak: 1. Muchlisa Jusuf, 2. Muswirah Jusuf, 3. Imelda Jusuf, 4. Solichin Jusuf, 5. Chaerani Jusuf. Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Pekerjaan 2004- 2009 : Wakil Presiden.

‎“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat ‎dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling ‎utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-‎jam yg paling utama.‎
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini ‎nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. ‎Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah ‎membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.‎

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah ‎dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada ‎kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali ‎persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu ‎memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah ‎anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.‎

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada ‎waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang ‎hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, ‎menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka ‎berdoa kepada-Nya.‎

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah ‎dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah ‎dengan memperpanjang sujudmu.‎
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan ‎mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan ‎neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.‎

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang ‎berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ‎dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.‎
‎(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” ‎Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan ‎sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)‎

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati ‎Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan ‎orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan ‎meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, ‎Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.‎
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa ‎dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah ‎akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa ‎memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia ‎berjumpa dengan-Nya.‎

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari ‎api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat ‎fardu di bulan lain.‎
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan ‎timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat ‎Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.‎

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada ‎Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah ‎kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka ‎mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”‎

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa ‎amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di ‎bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)‎

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan.

Orang-orang yang minta gaji lebih biasanya tidak dapat lebih, tapi yang melakukan lebih dan berkualitas akan mendapat lebih. Jangan takar tenaga yang Anda keluarkan berdasarkan gaji yang Anda dapatkan tetapi berdasarkan hasil yang dapat Anda kontribusikan bagi kelangsungan dan keuntungan perusahaan Anda.

Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat; … yang sederhana itu adalah sikap-nya.

Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian – sebuah nama bagi kesediaan untuk bertindak yang didasari oleh pengertian yang baik.

Dalam memberi nasehat ada 2 hal wajarnya diperhatikan. Pertama, sewajarnya apa yang akan kita nasehati sudahlah kita jalani. Kedua, bila kita belum mengalaminya, dan kita tahu caranya, tetap sampaikanlah. Karena setelah kita menasehati, BELIAU akan mengkaruniai kita pengalaman tersebut…

Penderitaan, kemiskinan, Kelaparan, Kesedihan, Kegagalan dan kegundahan hidup yang kita alami adalah anugerah Maha Pencipta kepada kita, untuk bisa memahami dan mengerti akan kehidupan saudara kita lainnya

Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
Meskipun dia belum berpengalaman
Meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
Meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
Meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
Meskipun sama sekali tidak ada jaminan
Meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan, dan
Meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.