“dik Jabir”
Kehadiran Ahmad Jabir Muzammil, atau biasa kami panggil “dik Jabir”, menjadi penambah kehangatan dan kebahagiaan kami sekeluarga. Nama Ahmad Jabir Muzammil berasal dari “sumbangan” tiga orang. Mbahnya yang Jombang minta agar ada nama Ahmad atau Muhammad, sedang Muzammil permintaan mbahnya yang dari Madura. Jabir sendiri berasal dari kami orang tuanya. Nama Jabir dipilih sebagai wujud dari doa dan pengharapan yang besar dari kami orang tuanya agar dik Jabir nantinya bisa mengikuti atau bahkan melampaui tokoh penemu ilmu kimia, Jabir bin Hayyan, juga tokoh filosof sekaligus sosiolog, antropolog dan mufassir modern, Muhammad ‘Abid al-Jabiri, amin.
Dalam keluarga, dik Jabir memang terlihat “menonjol” dibanding kakaknya, Alya Mafaza. Ini mungkin karena “bawaan” sebagai anak laki-laki yang senangnya silat, naik kursi, lemari juga lompat-lompat ala ultraman “cosmos”. Kalau ngambek kadang dik Jabir suka mukul dan nendang. Sapa aja yang ada didekatnya pasti kena pukul. Yang paling sering kena pukul ya kakaknya. Setelah tahu kakaknya nangis karena dia pukul dengan sportif dia minta maaf. Sportifitas memang kami tekankan, sapapun yang berbuat salah harus minta maaf. Begitu pula kebiasaan untuk menghargai kebaikan orang lain dengan ucapan terima kasih. Selain silat, naik-naik dan lompat-lompat, dik Jabir juga senang bola. Setiap ke “kēpu”, begitu dik Jabir nyebut Carrefour, kalo liat bola ato balon langsung didekapnya dengan erat sampai ke kasir. Dik Jabir tahu bahwa barang-barang yang ada di toko itu bisa dimiliki setelah dibayar dulu di kasir. Begitu juga kalo lihat ada kaos gambar ultraman cosmosnya, langsung diambil dan teriak “beli kaos cosmos yah!” berulang-ulang hingga dipenuhi. Bila ada pengemis, baik yang datang ke rumah atau di lampu merah, dik Jabir pasti berebut dengan kakaknya untuk menjadi orang pertama yang memberi uang. Kalau kalah cepat, dik Jabir langsung ngambek dan protes minta diulang, meski pengemisnya udah pergi. Oya, dik Jabir juga kalau bobok suka malam, paling cepat jam 10 malam, bahkan pernah sampai jam 1 pagi baru bisa bobok. Gimana tu miss dan mister ngatasinya?!
Semenjak ikut BM, ada banyak perkembangan pada diri dik Jabir. Kini ia senang menyanyi “bookie” juga berdoa. Selain itu, dik Jabir kini mulai ikut-ikutan kakaknya baca-baca buku ensiklopedi bocah, sambil bercerita sendiri seolah-olah bisa membaca. Kalau mo bobok juga minta diambilin buku trus minta “dicelitain mama”. Dik Jabir juga sering protes dengan menyebut “kata miss itu gak boleh yah!”. Setelah membaca Laporan Perkembangan Anak (April-Juli) dari BM, kami semakin bangga dan senang. BM telah banyak membantu orang tua dalam mengeksplorasi kemampuan afektif, kognitif dan psikomotorik anak, terutama saat sang anak berada dalam usia perkembangan (the golden age). Sebuah periode keemasan yang sangat menentukan bagi masa depan sang anak. Terima kasih miss dan mister, investasimu takkan pernah lekang sepanjang zaman. Semoga Tuhan yang akan membalas semua kebaikan kalian dengan berlipat, amin.
Salam hormat dari kami, ayah dan mama juga kakak dik Jabir.
Grya Gaten, 1 Oktober 2008
Shofiyullah Mz – Imelda Fajriati – Alya Mafaza

kalau si jaber jadi si tuhan kecil, si alya jadi apa mas?
Ha…3x sang tuhan kecil dimaksud sbg sosok yg mandiri, kreatif, inovatif dan bermanfaat serta dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakatnya. sang tuhan kecil adalah superman, atau insan kamil kata Iqbal, yg tdkpernah meminta bantuan pada siapapun krn ia tdk pernah bergantung dan membutuhkan pada siapapun. Ia merdeka, bebas, lepas dan bahagia. Yang ia butuhkan bantuan dan pertolongannya hanya dari Sang Maha Pencipta, bukan dari yang dicipta.
foto tuhan kecilnya yang mana, yang atas atau yang bawah? he2… “aku melihat Tuhan dalam diri seorang hamba yang shaleh”, kata seorang sufi.
amin….thanx a lot
Bisa dong kita sama-sama jadi tuhan…saya tak bagian tuhannya para editor..ntar tulisan-tulisan para tuhan tak muat semua….wah saya masih awam untuk yang tuhan-tuhan itu…dunia masih rumit jadi blm mau jadi tuhan
Wah mas Agus sdh hebat dong, Selamat ya!
Kesadaran diri akan ketidakbisaan dan ketidakberdayaan merupakan perwujudan dari telah merasuknya dimensi ketuhanan dlm dirinya. Dari munculnya spiritual consciousness itulah kemudian mas Agus menyadari ternyata dunia ini rumit sekali ya! Great, tdk semua orang punya kesadaran spt itu lho!
Waduh…pak dosen (Gus Shofi) saya semakin bingung dengan model itu…saya boleh dong minta amalannya biar diberikan rejeki yang lancar, hidup bermanfaat bagi sesama, dan menjadi orang yang tau diri…salam kenal dan moga sudi memberikan wejangan-wejangan “sangkan paraning dumadi” biar hati selalu sejuk, pikiran selalu terarah, dan tentunya bisa meneladani Gus Shofi…mohon maaf jika khilaf..wassalam
Nampaknya bingung sdh menjadi trademark dari mas Agus nih. Maaf, kalau boleh saya tahu mungkin mas Agus sekarang sdg studi dipasca ya? Dari bahasanya kelihatan kalau mas Agus sedang terhegemoni oleh bahasa pendidik. Maaf, ini sekedar gesing aja dg bermodal sedikit ilmu dukun yg tdk kepake krn gada peminat, ha3x
Salam.
wuah..keluar nih…karomahnya sebagai seorang “Gus”…Maaf Gus..saya ceritanya lagi studi di pasca..siapa tau besuk ilmunya bisa berguna dan bisa membaca apa-apa yang menjadi dunia Gus syofi..yang jelas, petuah saran dan nasihat sangat ananda nanti-nanti…Gus Syofi kan gurunya para penulis besar, misalnya aal, Ipung, hatim dll..pingin dong berguru biar bisa menjadi penulis bersar, asal jangan “besar rumongso” aja…salam hormat
Doakan aja mas Agus semoga saya tergolong orang yg kuat dan bisa lulus dlm menerima sanjungan demi sanjungan yg anda berikan selama ini. Sanjungan itu tdk sepatutnya dialamatkan pada manusia krn tidak ada satupun manusia yg akan mampu menerima sanjungan. Itulah makna dari ALHAMDU LILLAH. Bhw smua bentuk sanjungan dan pujian itu adalah LILLAH bukan LINNAS. Jadi, knp kita selalu berharap dan senang ketika menerima pujian dan sanjungan dari sesama manusia? Akibat dari kenaifan dan ktdtahudirian kita selama ini, akhirnya hidup dan pola hidup kita keseharian hanya dipenuhi dg kepalsuan dan kepura-puraan. Kita hidup hnya mengabdi dan diorientasikan utk mendapat apresiasi dari orang lain. Akibatnya, kekecewan demi kekecewaan terakumulasi dan mengkerak dlm hati manakala apresiasi dan pujian yg kita dpt dan peroleh tdk sesuai spt yg kita bayangkan dan inginkan. Selanjutnya, benih-benih virus penyakit hati mulai bersemai tumbuh subur dlm hati. Muncullah virus kebencian, iri, hasut, dengki, sombong, suudzon dsb. Kalau tdk ada kesadaran segera, kondisi itu akan bermuara pada suudzon pada Allah subhanahu wata`ala, nauzubillah tsumma nauzubillah. Su`udzon pada Tuhan bisa dlm bentuk memaknai kewajiban sbg sebuah keterpaksaan dan larangan sbg sebuah pengekangan. Kita tdk (mau) mengerti bhw Allah itu Rahman dan Rahim pada kita. Justru krn kasih sayangNya, Allah menurunkan aturan (syari`at)Nya. Kalau hati sdh dirusak oleh virus-virus yg diakibatkn oleh ketidkpekaan kita utk tdk berhrp pada pujian dan apresiasi dari sesama, hidup kita akan dipenuhi oleh ketidaknyamanan dan ketdktentraman. Krn hati sbg pusat pengendalinya tlah kemasukan hacker dg virus-virusnya yg merontohkan imunitas keimanan kita. Demikian, mohon maaf dan semoga bermanfaat, amin.
Maafkan saya, jika sanjungan yang ikhlas saya berikan itu kurang berkenan..Eh, maaf Gus, sekarang di UIN ngajar apa?
Kata Imam An-Nawawi, yg namanya ikhlas itu adalah fi`lul qalb, karna itu dia tdk bisa dikonkritkan atau diterjemahkan ke dalam bentuk bahasa verbal alias diucapkan: “saya ikhlas!” kalau diucapkan berarti sebaliknya. Orang ikhlas tidak butuh respon atau tanggapan apapun dari orang lain. Yang dia butuhkan adalah ridlo dari Allah. Oleh karenanya, ikhlas tidak perlu dibilang atau diucapkan. Alasan utama diberitahukan atau disampaikan kan yg diberitahu biar tahu kalau dirinya ikhlas, ya kan?! So, SEBENARNYA DIA TIDAK IKHLAS KALAU ORANG LAIN TIDAK TAHU KALAU DIRINYA IKHLAS !!! Maaf, semoga ada benarnya, trims.
amien….
Pak, awas ketahuan FPI atau HTI. Ada tuhan-tuhan kecil di blogmu, akan diserang lho pak. Garap penelitian yuk…pak
Ha…hi…huk huk saya suka gayamu yg spt free kick-nya David Beckham, tdk langsung lurus menohok tapi menyamping dulu spt pisang ambon lalu goal…Soal ajakan penelitian sebenarnya itu hanya persoalan kepekaan atau sensitivitas seorang Hatim Gazali akan signal-signal yg sdh lama sekali sy berikan namun baru kali ini ada respon. Ini serius ato lips stick alias gincu merah kehitam-hitaman???
Serius lho pak, ngajak penelitian bareng. Sekali-kali saya bisa diajarin bapak, karena di kampus gak sempat ngajar saya. Di depag kan sekarang ada penelitian individual dan kolektif, barangkali bisa dimulai dari situ.
Hanya kepada Gus Liberal yang berdarah madura ini saya berharap…..ha….ha….. Dari yunior yang bersenior 3 kali (di PMII, di Fak. Ushuluddin, di Komunitas Madura).
Kalo serius tak lecek ben tak co ngocoh, saya tunggu proposal kamu nanti kita bahas kapan dan dimana, bgm? Soal tim, saya sbenarnya sudh punya yg spesial ikut program Dpag ini, tp utk kamu, nti bs dibicarakn apakh pake tim itu ato bentuk sndiri, we` duwe`en beih, beremmah le?
aku ikut dong…..
Kemaren sudah saya kirim. Saya dapat email bpk dari teman. Eh ternyata belum nyampek. Email yang kupunya mungkin salah. Saya minta emailnya bapak. Saya kontak bapak setelah bapak sms, malah gak nyambung-nyambung. Padahal, pengen saya kirim lagi malam itu juga. Saya juga cari email bapak di blog gak ketemu, so…saya berharap bapak bisa ngasi email via sms atau email aja, ke gazalihatim@gmail.com. Maaf yach pak………..Besides I have many assigment, I get family problem….
Eh, email bapak ketemu di database fakultas Ushuluddin, website UIN. Alhamadulillah, sudah saya kirim, semoga nyampek.
bapaknya jadi tuhan-besar gak tuh?hehehe…