Para pecinta ilmu dan kemanusiaan yth., Alhamdulillah, puji Tuhan, walau start hampir terakhir, akhirnya blog ini bisa juga muncul setelah agak lama dirindukan dan diimpikan. Sudah lama saya menginginkan untuk memiliki “rumah” sendiri dan berlaku sebagai “tuan rumah” dalam rangka ikut mensemaikan ilmu dan kemanusiaan melalui jagad maya ini. Meski masih gaptek dg bermodal nekat blog ini tetap diluncurkan apa adanya sambil berproses menuju lebih baik dan lebih sempurna. Proses itu akan lebih cepat akselerasinya bila didukung oleh saran, masukan dan kritikan pedas yang konstruktif dan positif dari para pembaca sekalian. Oleh karena itu, tanggapan dari para pembaca terhadap blog ini sungguh sangat saya tunggu, apapun bentuknya atau bagaimanapun cara mengekspresikannya. Semuanya itu bagi saya merupakan satu bentuk kepedulian yang positif dan kreatif. Sekian, mohon maaf dan wassalam. Salam buat semua pecinta ilmu dan kemanusiaan.

السـلام عليكم ورحمةالله وبركا ته
قبله عفوًا جدّا. مثل هذا ياأسـتد, سأًطلب مسعدتكم ليصلح هذة الكتبة لأنه سأبدء وليستعمل وكذلك ليتعلم باللغة العربيه.ولاأعرف سأطلب مسعده الي اين.إلاّ أنتم اللذ قد عرفت أمهر في اللغة العربية,وكذلك زمانا أنتم يعلمني مرّتين أمهر في اللغة العربية,
Syukran jazil birisalatik Ade, qad tasyarrafna bitilkar risalah thab`an. Uridu ayyujiba risalatak kama katabta risalatak ilayya bil kitabah arabiyah aidlon, bal rubbama ma`araftu kaifiyatuha hatta aktub hadzihir risalah bil kitabah kama nadzartah. Amma su`alak ilayya ayyuwafiquk fi dars allughah al`arabiyah, laisa bimusykil, bal qad asurr jiddan. Ufawwid ilaik kaifiyatuha ayumkin da`awta ila ikhwanik al-akhar liyujammi al-majma` al-buhuts matsalan kafa bitsalats hatta sadis syakhshan biniatin wahimmatin wahidah al-qawiyah. Ba`da dzalik hayya nabhats al-waqt wal manhaj wama asybaha dzalik, kaif ra`yuka? Intadzartu jawabuk, syukran.
Assalamu ‘alaikum
Pak Shofiyullah, saya sebagai orang awam berniat ingin mengikuti tulisan2 Bapak. Saya ingin memperluas dan memperdalam pengetahuan-wawasan saya ttg Islam. Semoga saya dapat diterima di blog Bapak ini.
Wassalaam
Trims mas Kang Nur atas atensinya,
Salah satu indikasi orang berilmu adalah ketika dia menyadari kalau dirinya awam/tdk tahu dan salah satu tanda bhw orang itu bodoh/tdk berilmu adalah pada saat dia merasa tahu/pintar.
Anda berarti tergolong yang mana mas Kang Nur?
Trims mas Kang Nur atas atensinya,
Salah satu indikasi orang berilmu adalah ketika dia menyadari kalau dirinya awam/tdk tahu dan salah satu tanda bhw orang itu bodoh/tdk berilmu adalah pada saat dia merasa tahu/pintar.
Anda berarti tergolong yang mana mas Kang Nur?
Wah, kalo soal saya ini tergolong-menggolongkan-digolongkan yang mana; itu terserah orang saja-lah pak, bgmn mau menggolongkan saya.
Point saya adalah bahwa saya sbg orang Islam yg tak mampu berbahasa Arab (hanya tahu kata2 Arab dari biasa baca2 tafsir Qur’an atau hadits saja itu, tidak tahu nahwu-sharaf dsb), saya ingin belajar Islam dari orang2 yg memiliki kualifikasi utk dapat menjadi tempat saya bertanya.
Saya suka membaca artikel2 ilmu agama, tapi tidak punya guru pembimbing khusus, shg hanya dapat seringkali mencoba memberanikan diri mengambil kesimpulan sendiri dari bacaan2 yg tersebar dan beraneka itu. Saya merasa cara belajar agama saya ini kurang dapat dipertanggungjawabkan, maka dari itu saya ingin mencari nara2sumber yg terpercaya.
Trima kasih
Ya, dan nara sumber itu adalah Qauliyah dan Kauniyah. Qauliyah berupa deretan 6ribuan ayat-ayat al-Qur`an beserta 9 kitab hadis yg mu`tabarah yg tergolong dlm al-kutub al-tis`ah. Sedang Kauniyah adalah alam dan seluruh fenomena kehidupn disekitar kita. Itulah makna dari IQRA`, ya kan mas Nur?
Ya, saya patut bersyukur bahwa bahan2 bacaan itu sudah ada. namun, saya (sbg orang awam sbgmn saya sebutkan) tetap mengakui adanya perbedaan kemampuan dan ketepatan membaca antara orang yg satu dgn orang yg lain itu ber-beda2, juga sesuai bidang keahlian yg ditekuninya. Saya sepakat perlunya adanya penggolongan kitab yg mu’tabarah atau tidak itu. Soalnya, kini banyak juga orang yang asal berani membaca; tanpa tahu asal-usul latar-belakang yg dari apa yg dibacanya itu. Dunia maya internet banyak menawarkan bacaan, namun saya justru juga sering menjadi bingung.
Saya salut bila ada akademisi2 dgn latar belakang pendidikan yg terpercaya mau ‘turun gunung’ ke dunia internet utk memberikan pencerahan2.
Betul, saya juga ikut salut bila ada orang seperti yg anda maksudkan itu. Saya juga berminat utk ikut ‘ngangsu’ ilmu darinya.
pak, saya juga boleh ikutan nimbrung dong. saya alumni uin malang, cuman dari dulu waktu pertama masuk kampus ampe sekarang setelah jadi alumni rasanya saya kok sama saja. gak tambah ni ilmunya. semakin saya belajar lha kok semakin banyak permasalahan. kapan waktu saya boleh ya pak tanya-tanya ke bapak. sekalian saya promosi deh, kalo sempet bapak buka blog saya yah! ni alamatnya: http://www.widjojodipo.wordpress.com. tulisan saya masih berantakan pak. maklum amatir… salam.
Wah terima kasih atas sanjungannya, semoga kuda-kuda saya cukup kuat menopang dikala mas Widjojodipo menjungkalkannya. Budaya timur itu memang sulit dilihat yg sebenarnya krn mata tidak akan kuat melawan kuatnya sinar matahari. Berbeda dg budaya barat yg sangat transparan, maklum matahari sudah mulai meredup shg mata tdk lagi silau. Maaf dan trimakasih. Saya tunggu comment berikutnya. Salam.
pak shofi, gimana kabarnya. saya buka-buka halaman bapak. maunya cari-cari tulisan yang rada ringan buat bisa dibaca orang-orang awam kayak saya ini. tapi kok ndak ada ya! semua kok kayak makalah n paper. hehe…
oh iya, trimakasih buat komennya di blog saya pak. blog saya mungkin ‘antonim’-nya blog bapak. tulisannya pendek-pendek. habis saya bukan dosen sih. hehe.. saya tunggu tulisan yang baru pak. salam ke mahasiswi-mahasiswinya!
He…3x pemuatan artikel yg konon berat itu adalah salah satu strategi “escapis” dari ketidakmampuan melahirkan tulisan2 segar yg ringan dan up to date seperti yg mas Widjojodipo contohkan pada blog anda. Trims atas sentilan “berat” ini, saya tunggu sentilan2 berikutnya, baik yg berat ataupun yg ringanl. Salam.
wah senang juga bisa lihat blog bapak, saya belum lihat isinya, tapi saya sudah pernah beberapa kali mengikuti kuliah bapak, bahkan saya adalah produk mahasiswa yang bapak uji ketika masih S1 di IAIN SUKA ketika menjeleng jadi UIN, yang tidak bisa aku lupakan adalah bukan materi kuliah yang bapak ajarkan, tapi hampir saja aku tak bisa ikut wisuda karena belum dapat tanda tangan bapak yang katanya ada acara di madura…. wah, saya alumnus AF angkatan 2000 bapak.
Ini Alfayed Paiton Probolinggo? Skrg dmn? Jadi lanjut studi ke Sorborne? Salam
Senang sekali saya dapat berkunjung dan membaca-baca di blog ini. Banyak tulisan yang menarik dan bermanfaat. Makasih banyak ya, Pak, telah berbagi melalui dunia maya. Salam kenal dan selamat terus berkarya.
Salam kenal juga, terima kasih, mohon saran dan kritik konstruktifnya. Salam.