Ushul Fikih Integratif-Humanis:

Sbg the queen of islamic sciences ushul fiqh menempati tempat yg penting dan strategis. Islam yg meyakini teks al-Quran dan al-Sunnah sbg dua sumber yg utama dan final, guidance of life, memaksa ushul fiqh untuk bisa secara fleksibel dan lentur mendialogkannya dg realitas kemanusiaan yg dinamis dan akseleratif. Dari sinilah dituntut ada perubahan metodologis yg radikal dari tatanan ushul fiqh yg ditelorkan oleh Imam as-Syafi`i melalui karyanya al-Risalah.