Mengatasi krisis lingkungan yang kini sedang melanda dunia bukanlah melulu persoalan teknis, ekonomis, hukum, politik, sosial-budaya semata. Melainkan diperlukan upaya penyelesaian dari berbagai perspektif, karena persoalan ekologi berkaitan dengan problem kemanusiaan secara keseluruhan. Perlu dicatat bahwa pandangan dan persepsi individu terhadap lingkungan sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Hal ini berarti menunjukkan bahwa pandangan manusia tentang alam akan langsung mempengaruhi perbuatan-perbuatan, kepercayaan, tingkah laku sosial dan kehidupan pribadi manusia. Sementara, perilaku dan cara hidup seseorang berkaitan erat dengan bagimana cara memandang dunia atau pandangan dunia (world view). Oleh sebab itu, solusi atas problem lingkungan harus dimulai dari aspek paradigmatik hingga wilayah teknis.

Tulisan ini akan mengkaji sisi buram dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta industrialisasi terhadap kerusakan lingkungan, yang disebabkan oleh salah urus negara dalam mengelola lingkungan. Selanjutnya tulisan ini menawarkan sentuhan nilai-nilai religius dari Seyyed Hossein Nasr dengan Scientia Sacra-nya dalam menyelesaikan krisis ekologis yang sekaligus sebagai wacana tanding terhadap perilaku kapitalisme global.