Farid Esack, tokoh pemikir Islam asal Afrika Selatan yang tengah banyak mendapat perhatian internasional lewat karya dan keterlibatannya dalam gerakan praksis, mendobrak klaim kebenaran eksklusif agama untuk kemudian menggantinya dengan gagasan-gagasan pluralis dan membebaskan. Berdasarkan teori hermeneutikanya, Esack menjelaskan dan memberikan landasan teologis bagi terlaksananya kerja sama antar umat beragama, khususnya muslim-non muslim. Lebih dari itu, Esack bahkan mengorientasikan tafsirannya atas teks suci (al-Qur`an) agar dapat menggerakan massa muslim dan non-muslim untuk secara bersama-sama melakukan perubahan-perubahan. Berdasarkan uraian di atas, persoalan pokok yang akan diangkat dan dikaji dalam penelitian ini: Bagaimana metode hermeneutika yang dikembangkan Farid Esack? Bagaimana konsep kerja sama antar umat beragama yang ditawarkan Esack? Mengapa Farid Esack merasa perlu menformulasikan kembali konsep pluralisme dan kerja sama antar umat beragama dalam al-Qur`an?