Tulisan ini sengaja saya posting sbg bentuk “serial” edisi caleg. Ini info yg membuat para caleg all out berjuang meraih dukungan suara rakyat pd 9 april besok. Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif, sebenarnya berapa gaji anggota DPR? Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin per bulan, rutin non per bulan, dan sesekali.
Rutin per bulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Per tahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin, dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.
(sumber: http://www.kabarinews. com)
TAPI itu smua belum termasuk pemasukan “lain-lain”. Kalau sukses menggolkan kenaikan mata anggaran departemen, atau sukses meloloskan pasal tertentu dalam sebuah UU, atau sukses meloloskan proyek tertentu, duit yang diterima bisa berlipat-lipat dibanding penerimaan setahun. Seringnya pemasukan kategori ini diterima dalam mata uang dolar AS atau Spore.
Karena itu, disamping dituntut terampil beradu argumentasi, adu konsep, adu otot leher, para anggota Dewan Yth juga dituntut punya keterampilan lain, yaitu terampil menjadi calo.
Mereka yang sudah ditangkap KPK, adalah anggota Dewan yang tingkat keterampilan percaloannya masih rendah, setaraf SD-lah. Mereka yang sudah jago dan makan asam garam, bisa berkelit sehingga lepas dari sergapan KPK. bahkan bisa duduk tenang sebagai menteri segala….