Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang

Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu.
Jika itu adalah ungkapan penyesalanmu.
Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan.
Tapi baru merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan
tarawih dan qiyamul lailmu yang centang perenang.

Menangislah,
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan,
apakah kamu masih disertakan; sedangkan Ramadhan sekarang
cuma tersisa beberapa belas. Tak ada yang dapat menjamin
usiamu sampai untuk Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini
tersia-siakan.

Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang.
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir.

Menangislah, lebih keras…
Untuk dosa-dosa yang belum diampuni, tapi kamu masih juga
menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat,
tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat?

Menangislah………

Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari.
Tarawih, sedekah, tilawah Qur’an, qiyamul lail, i’tikaf.
Tahu-tahu sudah sepuluh hari terakhir dan kamu masih juga belum siap.
Sekarang, atau mungkin tidak ada sama sekali… -[lm-28]

[Dikutip/disadur dari Abdul Rozak eramuslim.com]